Title : Kurayami no Sora

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto & Highschool DxD © Ichie Ishiebumi.

Genre : Advanture, Hurt/Comfort, Friendship and Tragedy.

Rate : M

Pair : ...?

Author : Kidz-Boy Everything

Summary : Aku sendiri, selalu sendiri, sampai kapanpun akan tetap sendiri, makhluk sepertiku takkan pernah bersanding dengan mereka, kutukan yang kubawa hanya akan membawaku pada kekosongan dan kegelapan.

Warning : Mainstream, berantakan, FullTypo, bahasa tidak baku, Overpower, Hard-Fight, Dark-Immortal and Brutality.

..

..

..

Cinta tak selalu membawa bahagia, benci tak selalu menghadirkan dendam, adakalanya semuanya menjadi sebuah kebalikan yang tak disangka.

Uzumaki Naruto, manusia bodoh yang telah terjerat dendam hitam, terjerat dalam pahitnya pengkhianatan.

Tak ada luka dan kepedihan yang belum dirasakannya, tak ada pula sakit dan penghinaan yang belum diberikan dunia kepadanya.

Bahkan harus mati dalam kesengsaraan yang tiada batas, dikelilingi orang-orang yang dicintainya pada saat itu, bukan untuk menangisi kepergianya, melainkan untuk memberikan tawa dan sumpah serapah yang teramat sangat keji untuk sekedar dibayangkannya.

Rasa cintanya menggelap hitam, rasa sayangnya ikut ternoda, menghadirkan sebuah kebencian dan dendam, dari kebencian dan dendam itu, ia tetap hidup, untuk mengembalikan keadilan yang telah dirusak orang-orang yang menistakanya seperti binatang.

Dan kini,,,,

Rasa itu kembali hadir disela-sela hatinya yang telah beku. Rasa amarah dan dendam yang tiba-tiba saja melonjak keluar dari penjara jiwanya.

"Mantan manusia yang mencari keadilan dikegelapanya"

..

..

..

..

Pada saat tubuh kekar dan berototnya itu bersandar pada sebuah pohon, matanya pun perlahan terpejam, bukan untuk menikmati indahnya mimpi, namun untuk memikirkan pecahan-pecahan ataupun rentetan peristiwa yang pernah terjadi selama ia hidup sebagai seorang manusia dari Ras Shinobi.

Namun, ketika anganya menyelam pada kepingan masa lalu, sesuatu terasa menariknya kuat, sebuah energi yang membawanya pada tempat yang begitu gelap, sangat gelap hingga tak ada setitik pun cahaya yang tersisa, disaat itu, terasa sebuah kehadiran yang membuat siapapun gemetar.

Wussshhhhh

Sesosok wujud transparan tampak melayang datang dari hadapanya, wujud itu,,

Sang pengadil dunia kematian,,,

[Drago,,,,] " sapanya dengan lirik suara yang terdengar amat sangat berat dan kasar.

Naruto yang sedari awal hanya diam tampak memandang sosok tersebut tanpa exspresi.

"Apa yang membuatmu mendatangiku,, Shin? " balas Naruto seadanya, sosok tersebut adalah mantan penjaga jiwanya sewaktu ditempat paling terkutuk didasar jurang Neraka.

Shinigami,, sang perampas jiwa manusia dibelahan dunia Shinobi.

[Aku lengah dengan meninggalkan tahtaku, roh dari para pembangkang itu, beberapa dari mereka telah dirampas oleh seseorang] " ucapan dari Shinigami terdengar begitu serius, suaranya pun terdengar begitu emosional dan gelisah.

"Apakah maksudmu,,, -

[Kau benar,, yang kumaksudkan adalah mereka yang bertanggung jawab atas kegelapan dalam dirimu ]

Deg

Meskipun sejujurnya ia tak memiliki jantung, namun tubuh itu seolah merespon secara spontan ucapan serak dari Shinigami barusan.

Mendengar hal yang tak pernah ia perkirakan sebelumnya tentunya membuat Naruto begitu terkejut.

"Siapa yang melakukanya? " wajahnya mengeras, seolah menahan luapan amarah yang begitu besar.

[Hades,, yah! Kurasa hanya bedebah itu yang sanggup melakukanya, dia memilih para pembangkang yang ada kaitanya denganmu lewat buku riwayat kematian mereka ]

'Hades ya! ' fikir pemuda itu dalam batin, sekarang ia agaknya mengerti sebab akibatnya, Hades,, tentu saja tengkorak tua itu memiliki ego yang begitu besar, sama seperti saudaranya yang lain, dikalahkan dikandang dengan mudah, serta istana keramatnya telah ia hancurkan berkeping-keping tentu saja akan menimbulkan dendam besar.

[Sepertinya Hades berniat memberikan jiwa-jiwa itu wadah untuk dibangkitkan kembali, memanfaatkan mereka yang memiliki dendam besar kepadamu ]

Pada akhirnya semua mulai komplexs, ketika hari itu semakin mendekat, banyak pula hal yang datang silih berganti, satu tragedi selesai, muncul lagi tragedi selanjutnya, tentunya semua itu memiliki arah dan titik balik yang sama.

Wajah itu menerawang jauh dilangit-langit yang hitam.

'Cih! Omong kosong apalagi sekarang? ' batinnya lelah, ternyata masa lalu tak melepaskanya begitu saja.

[Apa yang akan kau lakukan sekarang? ] "

Perlahan,,, senyum sinis tercetak jelas lewat gerakan bibirnya, jika mereka dibangkitkan kembali, maka sama saja mereka kembali menemui mimpi buruknya lagi.

"Tak perlu tergesa-gesa, biarkan saja Hades melakukan rencananya, lagipula jika mereka dibangkitkan kembali, aku hanya harus menghancurkan mereka untuk yang kesekian kalinya, lagi dan lagi" jawab Naruto tenang, jika difikir-fikir lagi ia harusnya berterimakasih kepada Hades karena telah membangkitkan para pengkhianat itu, dengan begitu akan ada babak kedua yang layak untuk ditunggu.

Karena dendam yang bara nya telah surut, kini dalam sekejab menyala kembali dengan ganas, dan itu bisa menjadi sebuah reuni yang tak pernah direncanakan sebelumnya.

'[Hades telah membuat kesalahan besar] ' sang dewa kematian hanya bisa mengutuk perbuatan Hades yang telah membangkitkan amarah kelam sang pendosa, amarah yang membuat anak manusia ini terjerumus dalam kesengsaraan tiada batas.

[Baiklah, kurasa tak ada yang bisa kukatakan lagi, mulai dari sini semuanya kuserahkan padamu,, Drago ]

Entah mengapa Shinigami selalu memanggilnya Drago, mengingat wujudnya yang sekarang adalah jati dirinya sendiri.

Naruto menganggukkan kepalanya singkat, mengiyakan kepergian sang Dewa kematian tersebut.

Dan pertemuan itu pun lekas berakhir, gelap kembali menjadi terang, seperti sebelumnya, pada tempat yang sama disebuah tepian danau.

'Meski dibangkitkan seribu kalipun, kalian tak akan pernah bisa hidup dalam ketenangan ' ungkapnya dalam hati, karena sampai kapanpun rasa itu takkan bisa dihapuskan.

Mata yang sebelumnya terpejam kini kembali terbuka, menunjukkan warna bola mata khas yang dimilikinya sejak dulu, warna yang dulu pernah mengisyaratkan ketenangan dan harapan kehidupan, telah pudar maknanya menjadi sebuah kehampaan.

Dan,,,

Clingggggg

Sebuah tombak cahaya berwarna putih terang, yang syarat akan energi suci telah melesat kearahnya dengan speed gila, benda itu meluncur dari balik awan yang tampak menghiasi langit tengah hari.

Permata saffier yang baru saja menunjukkan sinar bekunya itu melirik sejenak.

Blaaaaaaarrrrr

Sejenak kemudian energi suci berbentuk tombak berpijar cahaya itu menghantam tempatnya bersandar menenangkan diri.

..

Sipelaku yang berkamuflase dibalik awan putih menajamkan pandangan kearah target yang baru saja dihantam serangan tunggalnya.

'Apakah berhasil? ' tanyanya dalam hati, namun ia merasa yakin jika serangannya berhasil mengenai target, karena kecepatan tombak cahaya yang barusan ia ciptakan sangatlah tinggi, dan pemuda itu tampak sadar ketika waktu sudah tak memungkinkan lagi untuk menghindar.

Dengan perasaan was-was sipenguntit itu diam menunggu hasil akhir dari perbuatanya, perlahan asap hasil ledakan mulai menghilang, dan apa yang berada dibalik asap itu mulai tampak jelas sedikit demi sedikit.

Deg

Sipelaku tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya ketika melihat sebuah siluet yang berdiri dibalik kepulan debu dan asap.

Sepasang mata berwarna merah pekat dengan ornamen berbentuk riak air berwarna perak tengah menatapnya dari bawah, dan arah tatapan itu tepat kearah sepasang matanya.

'Ma-mata itu? ' rasa cemas pun mulai menghinggapi relung jiwanya tatkala sepasang mata terkutuk itu terus menatapnya dalam hening.

Fikiranya terlintas jika sepasang mata itu pernah menjadi terror yang mengerikan pada masa Great War.

,,

Naruto merentangkan lengan kananya kedepan bagian atas, tepat dimana sipenguntit itu bersembunyi dibalik awan.

Tendo : Banso Tein.

Deg

"E-eeeh, a-apa yang terjadi dengan tubuhku? " sosok yang menjadi pelaku penyerangan barusan tampak panik saat tubuhnya serasa dicengkram lalu ditarik paksa dengan sangat kuat.

Wusssshhh

Dalam sekejap tubuhnya telah meluncur deras kebawah, kearah dimana pemuda itu berada.

Lalu tubuh itu terhenti dalam sekejap, tepat beberapa senti dari tangan sipemuda yang direntangkan keatas.

Sipenguntit hanya mampu tercengang saat tubuhnya mendadak terhenti beberapa detik dari telapak tangan pemuda itu.

Namun.

"E-eeeeehh "

Brukkkkkk

Tubuhnya terjatuh begitu saja saat cengkraman tak kasat mata itu seolah melepaskannya.

Helaian lembut sayap khas merpati berwarna putih itu agaknya berhamburan ketika tubuhnya membentur permukaan tanah.

Sungguh tidak elit, awalnya terlihat sangar dengan menyerang dalam senyap, berharap dengan serangan tunggalnya barusan mampu membunuh atau setidaknya melukai pemuda itu.

Namun kenyataan tak semanis exspetasi yang diharapkan.

Sosok yang merupakan salah satu Seraph Syurga itu kini sedikit merintih kesakitan akibat tubuhnya yang terjatuh beberapa meter dari atas tanah.

"Uh,, apa yang sebenarnya terjadi " dirinya sedikit bingung, mengingat semuanya terjadi begitu cepat.

"Menguntit lalu menyerang orang yang sedang beristirahat itu bukanlah perkara yang baik, bukan begitu,,

,, Gabriel? "

Deg

Gabriel yang tengah bersimpuh agaknya tersentak kaget saat suara itu mengisi pendengarannya, perlahan ia mendongak keatas, melihat sosok yang baru saja berbicara kepadanya.

Dapat ia lihat wajah dingin nan datar dari sipemuda bersurai pirang tersebut.

Keduanya terdiam ketika mata mereka saling bertemu.

Wusssssshhhhh

Dan anginpun bertiup lembut menyapa kedua insan yang kini saling bertukar pandang, menggoyahkan dua surai pirang yang serupa.

Waktu serasa terhenti, seolah membiarkan keduanya terhanyut dalam takdir yang rumit.

Dan disaat itu pula Gabriel merasa begitu sakit, tak tahu mengapa, sesuatu dalam hatinya merasa jika pandangan itu tersembunyi kepedihan dan rasa sakit yang sangat besar.

Ingatan yang ia yakini pernah hilang, perlahan mulai mengisi relung jiwanya, mencoba menggapainya namun tak bisa seolah sebuah dinding besar nan kokoh menghalanginya untuk mendapatkan kembali memori tersebut.

Namun samar-samar ia melihat seseorang tengah memeluknya dalam rasa sesal yang besar.

Apa yang sebenarnya tidak ia ketahui,,,

Naruto, entah bagaimana terbesit rasa tak rela ketika melihat tatapan dan isi hati Seraph Syurga tersebut, ia tahu Malaikat ini kebingungan dan bertanya-tanya.

Namun,, ia berniat untuk tidak merubah keyakinanya, terkecuali jika takdir tuhan mengalahkannya kembali.

Membiarkan waktu mengalir sesuai alurnya adalah jalan terbaik.

Yah,, hanya itu yang bisa dilakukan.

"Apa kau hanya akan diam melamun dihadapan orang yang sangat ingin kau bunuh ini? "

Saat itu pula Gabriel yang tengah larut dalam fikiranya segera tersadar.

Menggelengkan kepalanya pelan untuk mengusir bayang-bayang aneh yang terlintas difikiranya.

Lalu bergegas bangun untuk setidaknya bersiaga menghadapi pendosa dihadapanya ini.

"Pergilah, aku tak ingin membuat Fraksi malaikat kehilanganmu terlalu cepat " lanjut Naruto kemudian.

"A-apa maksudmu? "

"Kau terlalu berani untuk mendatangi pembunuh sepertiku, kau tahu aku tak akan ragu jika harus membunuhmu detik ini juga, seperti saudara-saudaramu dimasa lalu "

Deg

Serangan mental barusan berhasil membuat Gabriel teringat pada perang besar waktu itu, dimana sosok dihadapanya ini pernah membantai siapapun dimedan perang dengan brutal.

Termasuk para Seraph yang waktu itu mencoba menghentikannya.

Gabriel ingat dengan jelas bagaimana teriakan kesakitan mereka, terekam dengan jelas bagaimana satu persatu dari mereka gugur dan melebur menjadi serpihan cahaya.

"Pergi dan katakan kepada bocah Syurga Michael jika takdir itu telah sampai pada masanya" ucap Naruto sembari berbalik arah dan berjalan menjauh.

"Tu,, -

Sreeeettttt

Craaaasssshhh

Dalam sekejap sesuatu yang sangat cepat melintasi kepala bagian kirinya.

Beberapa helai rambutnya terjatuh akibat terpotong oleh sesuatu.

Jlebbbbb

Gabriel menolehkan kepalanya kebelakang untuk memeriksa bunyi barusan.

Dan ia dapat melihat sebuat pisau yang lebih mirip kunai namun bermata tiga telah menancap pada sebuah Batang pohon tak jauh darinya.

Glekkk

Jadi benda itu yang baru saja melewati samping kepalanya dan berhasil menjatuhkan beberapa helai surai pirangnya.

Jika saja tadi pisau itu bergerak sedikit kekanan, maka bisa dipastikan jika kepalanya lah yang akan menjadi tempat bersarang pisau bermata tiga itu.

Kemudian Gabriel mengembalikan pandangannya kedepan, namun apa yang ia cari sudah menghilang dari peredaranya.

"Dia pergi " bisiknya dalam diam, Gabriel tahu jika pemuda itu selalu menghindarinya, padahal Gabriel tahu betul jika pemuda itu akan langsung membunuh siapapun yang mengusiknya termasuk para manusia waktu itu yang sedang menertawakan penampilannya karena terlihat aneh.

'Ayah,, siapa sebenarnya pemuda itu, mengapa aku merasa tenang dan resah disaat yang bersamaan? ' ungkapnya dalam hati, baginya ini jelas terlihat tidak wajar.

Gabriel segera mengenyahkan fikirannya dan memutuskan untuk kembali ke Heaven, namun sebelum pergi Gabriel mengambil senjata berupa pisau bermata tiga yang kini tengah menancap pada batang pohon dibelakangnya.

'Bayangan-bayangan itu, apa sebenarnya yang pernah terjadi dimasa lalu antara aku dan dia ' fikirnya dalam hati, wajahnya nampak sendu disaat bersamaan, sembari menggenggam lembut pisau bermata tiga yang telah memotong beberapa helai rambutnya tersebut.

Sesaat kemudian Gabriel memutuskan untuk pergi, seperti sebelumnya, ia pergi dengan pertanyaan-pertanyaan yang rumit, tentang jati diri sang pendosa besar.

..

..

Dia tahu ini tidaklah adil untuknya, menutupi kenyataan dengan egonya yang tak lagi menginginkan rasa Cinta.

Ia takut akan bayang-bayang masa lalu, masa lalu yang terus menghantuinya setiap waktu.

Semua yang ia miliki, direnggut takdir dengan kejam, dan memaksa kedua tanganya untuk membalas dendam.

Ia tak lagi ingin kehilangan, karena jika itu terjadi, siapapun tak akan mampu untuk menghentikanya.

Biarlah merpati cantik nan Indah itu terbang dengan bebas, tanpa harus masuk dalam sangkar yang bisa membelenggunya setiap waktu.

Dan biarlah predator buas dan biadab ini menjalani karma dunianya, dengan begitu ia tak perlu lagi mengkhawatirkan sesuatu yang sudah bukan lagi menjadi prioritasnya.

Biarkan seperti ini, sendiri menanggung beban yang besar nan berat,,,

,,karena dari awal,,-

,,-memang tak ada cerita untuknya bahagia.

..

Kurayami no Sora

..

..

Change sceane.

..

..

÷Underworld÷

..

..

Suasana yang biasanya tenang dan damai, kini berubah menjadi sebuah kecemasan yang mencekam, kecemasan yang bisa saja berubah menjadi petaka dalam sekejap mata.

Terlihat dalam sebuah ruangan yang cukup besar, tempat dimana para pemimpin tertinggi bangsa Iblis melakukan tugasnya. Namun tak seperti biasanya dimana terlihat empat Raja Iblis yang sedang sibuk bekerja mengurus dokumen antah-berantah yang tak pernah ada habisnya.

Diruang tersebut kini dipenuhi oleh beberapa Iblis dari keluarga Gremory dan Sitri, tentunya yang dimaksud adalah Rias Gremory dan Sona Sitri bersama masing-masing peeragenya.

Sirzech Lucifer, Ajuka Bellzebub, Falbium Asmodeus, dan Serafall Leviathan, keempat pemimpin bangsa Iblis atau yang kerap disebut Maou itu bertanya-tanya melihat kedatangan Iblis-iblis muda dihadapanya saat ini, tampaknya telah terjadi sesuatu didunia atas.

"Ehemmm, baiklah! Sebenarnya ada keperluan apa hingga kalian harus datang ketempat ini beramai-ramai seperti ini? " tak ingin berbasa-basi, Sirzech langsung menanyakan maksud kedatangan adik perempuannya ini beserta Sona yang merupakan adik dari rekanya pula.

Ketika Rias hendak buka mulut, bahunya dicegah dengan cepat oleh seseorang disampingnya yang tak lain adalah sahabat masa kecil sekaligus Rivalnya.

"Biar aku saja yang menjelaskan Rias" sergah Sona dengan cepat, bukan maksudnya untuk menjadi pusat perhatian, namun dalam hal seperti ini memanglah keahliannya.

Rias yang faham akan maksud baik sahabatnya itu menggangukkan kepala singkat, mungkin dibagian ini Sona lebih cakap dan detail dalam memberikan keterangan.

"Maaf Lucifer-sama jika kedatangan kami mengganggu kalian berempat, tapi ini darurat "

Keempat Maou itu menaikkan alisnya bingung, sedarurat apa hingga membuat penerus Klan Sitri ini terlihat tegang dan cemas.

"Jelaskan! " namun Maou bergelar Lucifer ini tahu jika hal yang dimaksud pastilah sangat serius.

"Semalam telah terjadi pertempuran besar diwilayah Kyoto yang merupakan teritori bangsa Youkai dan siluman "

Sontak hal itu membuat keempat Maou itu tersentak kaget, bagaimana hal sepenting ini mereka terlambat untuk mengetahuinya.

"Pertempuran besar ya! Pertanyaanya disini adalah siapa melawan siapa? " Ajuka Bellzebub memutuskan untuk mengikuti alur pembicaraan, tampaknya hal ini benar-benar menarik minatnya.

Sedangkan Falbium Asmodeus tetap dengan sikap malasnya, seolah tak peduli, namun telinganya terus mendengarkan.

Lalu Serafall, pada awal kedatangan adiknya ini ia langsung memperlakukannya seperti biasa, yakni memeluknya erat dan menenggelamkan wajah adiknya dibelahan gumpalan lemak didadanya. Namun hal itu tak berlangsung lama ketika Sona protes keras dengan wajah yang merah padam, marah bercampur sesak nafas.

Dan hal itu membuat Serafall segera menghentikan tingkahnya, ia merasa adiknya sedang dalam kondisi mood yang sedang buruk, lalu kembali bersikap formal dan serius layaknya pemimpin sungguhan.

Gadis dengan gaya rambut model bob itu menarik nafas panjang, berusaha untuk merilexkan syaraf fikiranya, bagaimanapun ini merupakan hal yang benar-benar menakutkan jika tak segera diantisipasi.

"Pada awalnya itu adalah sebuah Invasi yang dilakukan oleh Yamata no Orochi dan Raja Vampire Dracula terhadap bangsa Youkai diKyoto, disaat keadaan genting dan perang semakin membesar, munculah seseorang yang pastinya akan membuat kalian tak percaya " jelas Sona kemudian, baginya ia harus menjelaskan sedikit demi sedikit agar semuanya terlihat jelas dan mampu dicerna dengan baik oleh si pendengar.

"A-apa,, " serafall berucap terbata, ini informasi yang penting, mengingat ini melibatkan dua kubu dan Ras yang berbeda, Youkai dan Vampire.

"Benar Nee-sama,, tapi yang menjadi berita daruratnya adalah kemunculan sesorang yang telah lama hilang, "

Nah nah nah,, pada bagian ini mereka berempat mulai timbul rasa penasaran yang begitu besar.

Lalu keempat Maou mulai menatap Sona dengan Intens dan serius, tapi mereka hanya diam karena tahu Sona akan segera melanjutkanya.

"Dia adalah existensi yang telah membuat kaum tiga Fraksi akhirat menjelang kepunahan, dan sejak saat itu dirinya dijuluki sebagai,,, -

,,pendosa besar! "

Deggg

Keempat pahlawan perang sipil ini terlonjak kaget, bahkan untuk Falbium yang terlihat bermalasan sebelumnya tampak membuka matanya lebar-lebar.

"So,, so-tan, k-kau tidak sedang bercanda kan? " Serafall berucap dengan gagap, ia tak menyangka jika berita yang dibawa adiknya lebih dari sekedar darurat, tapi bagaikan sebuah ledakan bom nuklir yang siap menghancurkan bumi.

Sona menggelengkan kepalanya pelan " Ini bukanlah candaan atau sebuah lelucon, semalam kami semua melihat dengan mata kepala kami sendiri, bukan hanya kami saja yang berada ditempat kejadian, tapi ada juga dari anggota fraksi yang lain seperti Cao-cao, Dulio Gresualdo, Tobio Ikuze, dan juga dari Team Sairaorg, hanya dengan tekanan energinya saja sudah membuat kita semua murid Akademi Kuoh jatuh berlutut dan pingsan "

"Bahkan Sairaorg harus terkapar menerima satu pukulan kuat darinya, dan sekarang sedang dirawat akibat luka dalam yang cukup parah " terang Sona dengan sedetail mungkin, namun masih ada beberapa hal yang belum ia sampaikan.

"Sebelum kedatangan kami ketempat pertempuran, dia juga yang telah membunuh pemimpin tertinggi Ras Vampire, yaitu Lord Dracula, sedangkan Yamata no Orochi menurut keterangan juga dibunuh oleh seseorang yang mengatakan jika dirinya adalah Dewa Youkai Juubi no Ookami "

Keempat Maou itu sudah tak mampu lagi menyembunyikan rasa terkejutnya yang terlampau besar, bahkan wajah mereka tampak berkeringat dingin, syaraf serasa kaku dan tegang.

Penjelasan panjang lebar dari Heires Klan Sitri itu sangat jelas ditelinga mereka.

"Ini buruk, jika apa yang kau katakan itu benar, tidak salah lagi, dia memang adalah Exsistensi yang telah lama hilang, dan mengenai Dewa Youkai, itu juga masuk akal mengingat sewaktu Great War pendosa besar itu juga datang bersama Sang Dewa Youkai " ucap Ajuka dengan mimik wajah serius.

"Ini bukan hanya buruk Ajuka, tapi ini sangat-sangat buruk, bahkan aku bisa mengatakan jika kiamat sudah semakin dekat" tambah Falbium dengan lemas.

Sedangkan Sirzech Lucifer hanya diam, memikirkan penjelasan panjang lebar dari sahabat adiknya ini membuat fikiranya kalut, meskipun ia sendiri belum pernah menjumpai sosok itu, namun mengetahui sejarah yang terjadi dimasa lalu tentunya membuat ia tak tenang, dengan kemunculan sosok tersebut bisa dipastikan jika kedepanya akan segera terjadi hal yang besar.

"Dan dia berpesan kepada kita semua agar bersiap diri, karena entah cepat atau lambat, makhluk itu akan segera mengancam seluruh dunia" ucap Rias lirih dengan kepala tertunduk, masih segar diingatanya bagaimana sebuah Energi yang begitu gelap serasa mencekiknya.

Hal ini tak bisa dibiarkan, lantaran kejadian ini bisa dikatakan sebagai lonceng peringatan untuk mereka semua akan datangnya mara bahaya.

"Aku tak menyangka jika legenda yang begitu dikeramatkan itu kembali muncul di Era ini, aku ingat bagaimana kakekku pernah bercerita padaku dulu tentang perang besar, dia lewat dengan mudah, lalu meninggalkan mayat-mayat yang bergelimpang dimana-mana, makhluk itu sangat kejam, menghabisi siapapun yang berada di jalurnya tanpa terkecuali, dan lebih buruknya itu menjadi sebuah pembantaian terbesar dalam sejarah yang pernah ada " terang Sirzech kemudian, merupakan suatu keajaiban jika adiknya dan rekan-rekannya yang lain bisa kembali dengan selamat, karena jika menilik sejarah masa lalu, bisa saja Iblis-iblis muda dihadapannya ini telah berpulang dikeabadian Neraka.

Bukan hanya Rias dan Sona saja yang memberitakan kejadian semalam kepada pemimpin, namun yang lain juga dengan tergesa-gesa menyampaikan tragedi semalam kepada pemimpin mereka masing-masing.

Ah,,, sepertinya hari-hari yang akan datang menjadi semakin rumit dan penuh perjuangan.

..

..

Change Sceane.

..

Situasi di kerajaan Youkai pasca invasi sudah mulai membaik, dan beruntung pusat kota tersebut tidak mengalami kerusakan mengingat musuh tidak sampai menjamah bagian dalam kerajaan.

Dibelakang istana Youkai tampak duduk seorang pemuda bersurai pirang, tak lain sosok tersebut adalah Naruto.

Perlahan lenganya bergerak untuk melepaskan jubah hitam yang dikenakanya, setelah jubah kebanggaanya itu terlepas, tampak ia hanya mengenakan celana hitam ala kadarnya, dibalut kaos putih berlambang Uzumaki di punggungnya. Namun lambang itu hanya terlihat setengahnya mengingat surai pirang panjang itu menutupi sebagian punggung.

Ia hanya malas jika harus terlibat keramaian didalam, memilih menghabiskan waktunya untuk merenung dibelakang istana yang tampak sepi. Jikapun sebelumnya ada beberapa Youkai yang berada ditempat tersebut, pastinya mereka akan bergegas pergi untuk menjauh mengingat predikatnya bukanlah dikategorikan sesuatu yang baik.

Tap

Tap

Tap

Dari arah belakang terdengar suara setapak demi setapak tengah berjalan kearahnya, namun ada aneh dengan langkah itu, langkah itu terdengar begitu pelan dan ragu-ragu, meskipun begitu langkahnya tidaklah takut untuk terus melangkah.

Perlahan tapi pasti.

Langkah itu terhenti dua meter disamping pemuda yang sedang duduk termenung.

Naruto,, ia hanya diam dengan gestur kedua siku yang bertumpu di dengkul, dan kedua telapak tangan yang saling bertautan, tatapanya kosong kebawah, dengan helaian poni yang menjuntai kebawah menutupi wajahnya.

"Ada apa? " tanya Naruto dingin.

Diam,, sosok tersebut terdiam kaku ketika memadapat sambutan yang cukup untuk membuat bulu kuduknya berdiri.

"Emmm, ma-maaf jika saya mengganggu, saya hanya ingin mengucapkan terimakasih atas bantuan anda semalam, terlebih anda juga telah membunuh Lord Vampire, terimakasih banyak " ucap sosok tersebut sembari membungkuk hormat, seorang perempuan cantik dengan surai Orange, dada besar, dengan lekuk tubuh yang begitu menggiurkan.

Naruto menggerakkan kepalanya kekiri, menolehkan kepala kepada perempuan tersebut.

Jantung perempuan tersebut langsung berdetak tidak karuan tatkala melihat berapa keren gaya pemuda yang sedang duduk ini, terlihat dimatanya sebuah permata saffier beku yang tersembunyi dibalik poni pirang emasnya, wajah putih bersih, dengan aura dan Kharisma yang bergitu berwibawa, namun ia tak ingin berfikir terlalu jauh tentang pemuda tersebut.

"Kau salah! " jawab Naruto singkat.

"E- eeeeh, apa maksud anda? " sosok yang tak lain adalah Yasaka itu merasa kebingungan dengan jawaban pemuda tersebut.

"Aku tak pernah berniat membantu siapapun, termasuk Ras kalian, aku hanya melakukan apa yang ingin aku lakukan, tidak lebih " lanjut Naruto meneruskan ucapannya, kini wajahnya terlihat jelas tatkala ia menegakkan tubuhnya dan bangkit untuk berdiri.

Mendengar jawaban yang agaknya kurang bersahabat dari pemuda tersebut membuat Yasaka tahu jika ini menjadi sedikit susah baginya.

"Me-meskipun begitu secara tidak langsung apa yang anda lakukan semalam telah menyelamatkan kami semua dari kehancuran, jika tidak ada tuan dan Juubi-sama, saya tidak tahu hal apa yang akan menimpa bangsa Youkai "

Naruto hanya mengangguk singkat, ia sendiri tak ingin memperumit hal yang sebetulnya mudah.

"Kau,, Kyuubi? "

"A-ah dimana sopan santun saya, maaf perkenalkan nama saya Yasaka, Youkai dari jenis Kitsune, atau lebih dikenal dengan Kyuubi " Yasaka membungkukkan badan untuk memperkenalkan diri.

"Uzumaki Naruto,, "

'Uh,, pria ini cuek sekali! ' fikir Yasaka dalam hati, seolah ia sedang tertawa hambar mengingat belum ada siapapun yang memperlakukannya seperti ini sebelumnya. Bahkan pemuda dihadapanya ini sama sekali tak melihat penampilanya atau bahkan melihat lekuk tubuhnya yang membuat siapapun laki-laki tergoda.

Menyadari fikiran dari perempuan ini membuat Naruto tersenyum kecil, ada-ada saja.

"Mungkin jika aku yang dulu akan tergoda denganmu nona " sindir Naruto dengan sinis.

Yasaka terkejut bukan main ketika pemuda ini seolah menjawab fikiranya, astaga ini memalukan sekali.

Bahkan wajah Yasaka sudah mulai memerah, tak mampu menutupi rasa malunya, tapi tunggu, apa benar pemuda ini bisa membaca fikiranya.

"Bukan membaca, tapi memang aku bisa mendengarnya dengan jelas " lanjut Naruto dengan senyum aneh yang semakin menjadi-jadi.

1

2

3

Yasaka memproses jawaban itu selama tiga detik.

Dan,,,,

'Kyaaaaaaaaaa ' saat itu pula Yasaka lari terbirit-birit sembari menutupi mukanya yang sudah seperti kepiting rebus, tak mampu lagi untuk mempertahankan diri dari rasa malu akibat fikiranya yang seolah menginginkan pemuda ini untuk setidaknya melihat penampilanya. Padahal ia sudah berdandan sebaik mungkin untuk menemui pemuda dihadapannya.

Dari kejauhan Tiga Shinobi yang melihat kejadian itu tertawa terbahak-bahak, mungkin hanya Konohamaru dan Toneri yang tertawa lepas, untuk Gaara dia hanya menepuk jidatnya, sedangkan Kurama dalam wujud Human Formnya hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah Yasaka barusan.

Setelah tawa itu berhenti keempat pemuda berwujud manusia itu berjalan mendekat kearah Naruto.

"Yo Naruto " sapa Gaara ala seorang sahabat.

Mungkin ini waktunya untuk berbicara kepada orang-orang ini, sudah beratus-ratus tahun baginya tak bertemu, namun baru tiga tahun bagi ketiga pemuda ini mengingat keduanya datang dimasa yang berbeda.

"Apa kabar,, kalian bertiga? " balas Naruto dengan santai, setidaknya ia harus rilex kepada teman-temanya ini. Tak harus memperlakukan mereka seperti musuh yang setiap kali ditemuinya.

"Kami bertiga baik-baik saja, kau bisa lihat sendiri, dan untuk muridmu ini, ia sudah cukup kuat untuk menantang seorang Maou, meskipun aku ragu Konohamaru bisa menang " jawab Gaara tak kalah santai, saat-saat seperti inilah yang ia tunggu-tunggu, bisa berbicara tenang dan santai sebagai seorang teman lama.

"Hey apa maksudmu Gaara-Niisan, jikapun aku kalah itu karena mereka memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak dari pada aku " elak Konohamaru tak terima diragukan oleh seniornya.

"Aku setuju dengan Gaara, kurasa Konohamaru akan kalah karena kebodohannya ini " Toneri pun ikut berpartisipasi untuk menyudutkan Konohamaru.

"Sialan kau Toneri, akan kuhajar kau dengan Tongkatku " Konohamaru mencak-mencak sembari menunjuk-nunjuk Toneri.

Ini seperti Nostalgia dengan masa lalu, masa dimana semuanya masih Indah dan baik-baik saja, hanya ada tertawa dengan kebersamaan, dalam susah senang. Sebelum petaka buruk itu datang.

"Aku rasa Yasaka-sama menyukaimu Naruto " ucap Gaara dengan senyum mengejek.

"Hah! Apa yang kau bicarakan Gaara, aku tak ada waktu untuk memikirkan hal seperti itu " jawab Naruto seadanya, ia tak bisa menghindari percakapan-percakapan seperti ini, meskipun mencoba untuk menghindarinya sekalipun.

"Hanya ada satu makhluk didunia ini yang mungkin bisa menaklukkan hatinya "

Ketiga Ras Shinobi itu segera mengalihkan pandanganya kearah pemuda bersurai hitam kemerahan yang tak lain adalah sang Dewa Youkai, seolah mempertanyakan kebenaran ucapan tersebut.

"Siapa,, siapa yang bisa melakukannya? " ucap Konohamaru antusias dengan mata berbinar-binar, begitupun dengan Gaara yang cukup penasaran, sedangkan Toneri yang tak terlalu mengerti tentang Naruto hanya mendengarkan, namun hal itu cukup menarik minatnya.

"Hahahaaa, kalian akan terkejut jika mengetahuinya "

"Kurama,, hentikan ucapanmu " cegah Naruto dengan wajah yang terlihat garang.

Namun itu tak diindahkan oleh partnernya tersebut.

"Hohohooo,, dia adalah perempuan tercantik dialam semesta ini,, kalian pasti tahu bukan " ucap sang Dewa Youkai dengan seringai jahilnya, tak masalah untuk bercanda sejenak, karena sejauh ini kehidupan mereka berdua hanya diisi oleh pertarungan dan pertarungan. Tentu saja hal itu membuat syaraf-syaraf mereka sempit dan terus tegang.

Mereka bertiga hanya bisa terbengong mendengar jawaban dari siluman Rubah hitam ini, perempuan tercantik dialam semesta katanya.

"Ja-jangan katakan jika yang kau maksud adalah,,

,,Gabriel? "

Mereka bertiga hanya bisa bisa mengutuk Naruto dalam hati, bagaimana bisa malaikat yang dikagumi oleh banyaknya existensi itu jatuh Cinta dengan Naruto.

Naruto mengusap wajahnya kasar, sialan Rubah tua nan buluk ini, seenak jidatnya mengatakan hal yang tidak-tidak.

"Sudahlah, kalian tak akan mengerti " ucap Naruto lirih, dan kemudian kembali duduk seperti sedia kala, kembali pada sifatnya yang sekarang.

Ketiga Shinobi yang tersisa itu nampak menghentikan aksinya, mereka tahu Naruto bukanlah seperti yang dulu, yang selalu menebar senyum dan tawa, yang selalu menciptakan kehangatan dengan rekan-rekannya. Jadi mereka mungkin harus berhati-hati dalam berbicara.

"Sepertinya setelah kejadian semalam kau akan diburu dunia, terutama dari pihak tiga fraksi akibat kemunculanmu,,, Naruto " ucap Gaara mengungkapkan isi hatinya.

"Apa yang dikatakan Gaara benar, mereka semua akan mulai waspada " imbuh Toneri kemudian.

Seringai itu muncul lagi disaat seperti ini.

"Mangsa memburu pemangsa, kau salah Gaara, dimanapun pemangsa lah yang mengejar mangsanya " balas Naruto dengan tenang, sembari tetap mempertahankan raut wajah berhiaskan Seringainya.

Mungkin partai tiga fraxsi Akhirat merupakan yang terbesar dari semua Existensi di Dimensi ini, jika dimasa lalu ia telah membunuh para leluhur mereka, maka dimasa ini ia akan menghancurkan Generasi penerus mereka, sangat simple baginya.

"Aku tahu kau kuat Naruto, sangat kuat malahan, tapi jika seluruh penghuni Dimensi ini bersatu untuk melawanmu, kau yang sendiri pastinya akan kesusahan untuk melawan mereka semua "

Mendengar penuturan Gaara, Naruto semakin mengembangkan seringainya yang membuat tiga Shinobi itu merasakan firasat yang tak mengenakkan.

"Justru itulah bagian menariknya, jika terlalu mudah, hal ini menjadi tidak menantang sama sekali, bahkan aku berharap seluruh Shinobi yang mati ditanganku dibangkitkan kembali, dengan begitu semuanya baru akan adil untuk dunia ini"

Gaara, Toneri, dan Konohamaru hanya bisa melotot horror, sekarang mereka bertiga yakin jika Naruto sudahlah tidak waras, bagaimana mungkin pemuda bermarga Uzumaki ini malah mengharapkan dirinya dipersulit, bukan malah mencari kemudahan.

Mendengar penuturan Host-nya itu, sang Dewa Youkai aka Kurama ikut memberikan seringai rubahnya, sepertinya hal itu benar-benar sangat menarik jika benar-benar terjadi.

"Bukankah yang kau harapkan sudah terjadi heh? Naruto! Meskipun tidak semua, tapi mereka yang bersangkutan telah diambil dari kematian oleh Dewa itu "

Naruto langsung mengalihkan pandangannya kearah partnernya.

"Kau tahu? "

"Cih, kau lupa siapa aku " sang Dewa Youkai mendecih kesal, seharusnya Host-nya ini tahu jika link mereka saling terhubung.

Secara tidak langsung ketika ia tengah berbicara dengan Shinigami, partnernya ini juga mengetahuinya.

Sedangkan trio Shinobi yang tak mengerti dengan arah pembicaraan hanya mengernyitkan alisnya heran.

"Apa yang sebenarnya terjadi? " Gaara langsung mengutarakan keingintahuanya.

"Kalian akan segera tahu, tapi sekarang masih terlalu dini bagi kalian untuk mengetahuinya" bukan Naruto yang menjawab melainkan Kurama.

"Kapan kalian kembali ke Kuoh? " tanya Naruto yang berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Entahlah, tapi tenang saja kami bertiga sudah meninggalkan Chibunshin untuk menggantikan keberadaan kami disana "

"Dan aku yakin sebentar lagi akan diadakan pertemuan tiga Fraxsi Akhirat beserta golongan Manusia pengguna Sihir " terang Toneri kemudian.

Kemudian Naruto melihat Otsutsuki tersebut, ia berniat memastikan sesuatu.

"Kau Otsutsuki yang waktu itu? " tanya Naruto dengan exspresi datar seperti biasanya.

Toneri menganggukkan kepalanya singkat, "Perkenalkan namaku Toneri Otsutsuki, generasi terakhir dari keturunan Hamura Otsutsuki dibulan " ucap Toneri sembari membungkukkan badannya sopan.

"Jadi kau merupakan keturunan dari saudara pak tua itu "

"Kau benar, meskipun begitu aku bukanlah Otsutsuki murni seperti dua orang yang datang bersamaku waktu itu "

"Aku mengerti maksudmu, bahkan untuk Rikudou sennin dan Hamura itu sendiri, mereka bukanlah Otsutsuki murni, karena bagaimanapun Otsutsuki murni tak memiliki campuran darah dari Klan yang lain"

Dari sini Toneri cukup terkejut ketika Naruto mengatakan jika Hagoromo atau Rikudou Sennin dan Hamura bukanlah Otsutsuki murni.

"Kaguya yang merupakan ibu dari mereka berdua menikahi manusia bumi, dengan begitu garis keturunan yang dilahirkan sudah memiliki gen campuran, jadi menurutku itu sudah tidak bisa dikatakan Otsutsuki murni " jelas Naruto sembari mengingat cerita yang dikatakan Zetsu waktu itu.

"Dan Otsutsuki datang dari sebuah planet yang sangat jauh, kemungkinan masih banyak yang tersisa dari mereka" lanjut Naruto sembari menerawang jauh kelangit. Itu barulah Spekulasi, tapi tak menutup kemungkinan jika Otsutsuki yang lain masih ada hingga saat ini.

Mendengar penuturan Naruto barusan membuat Toneri berfikir.

"Aku juga berfikir begitu selama ini, karena Otsutsuki yang tinggal dibumi dan bulan tak tahu menahu dengan sejarah keberadaan mereka " balas Toneri kemudian, membicarakan Otsutsuki sendiri sebenarnya masih penuh misteri, karena keberadaan mereka yang tak diketahui siapapun, jika saja waktu itu ia bertanya dengan jelas kepada otsutsuki yang menemuinya waktu itu mungkin akan beda lagi ceritanya.

"Yang jelas dua Otsutsuki yang waktu itu datang bersamamu hanyalah seorang utusan, Klan mereka mengklaim jika Juubi adalah peliharaan mereka, jadi mereka berniat mengambil kembali sumber Chakra terbesar itu " ucap Naruto sembari melirik kearah sang Dewa Youkai yang hanya mendengus kesal.

"Kaguya,, ia melarikan diri dari planet tempat Otsutsuki tinggal, kemudian ia singgah dan tinggal dibumi, membuat pasukan dari manusia yang energi kehidupanya diambil, menjadi Zetsu putih, untuk menghadapi jika suatu saat Otsutsuki lain menemukanya untuk membawa kembali Chakra pohon Dewa " ungkap Naruto membeberkan apa yang ia ketahui tentang Otsutsuki, ternyata masih banyak rahasia yang belum terungkap tentang Klan Otsutsuki, ada kemungkinan jika suatu saat mereka muncul untuk mencari sumber Chakra yang menjadi dopping andalan bagi Klan mereka.

"Bagaimana kau bisa mengetahui semua itu? " tanya Toneri dengan penuh selidik kepada pemuda yang ia yakini sebagai Reingkarnasi Ashura tersebut.

"Zetsu hitam,, yang tercipta dari kehendak Negative Kaguya disaat-saat terakhir sebelum tersegel oleh Hagoromo dan Hamura, makhluk yang menjadi dalang perpecahan dunia Shinobi semenjak Rikudou Sennin menyerahkan tahta Ninshu kepada Ashura hingga perang dunia Shinobi ke-empat " ucap Naruto sembari mengenang kembali ingatanya, dan ia akui jika Zetsu hitam memang benar-benar telah memanfaatkan banyak Shinobi demi mencapai tujuanya.

Gaara dan Konohamaru terus mendengarkan cerita itu, bagaimanapun pengetahuan mereka masihlah kurang jika dibandingkan Naruto yang menjadi pemeran utama dalam dunia Shinobi.

"Jadi begitu! " renung Toneri kemudian, ternyata banyak hal yang tak ia ketahui tentang permasalahan Klan nya sendiri.

"Baiklah kalau begitu, kami akan kembali kedalam" Gaara memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan ketika melihat Naruto yang tampak termenung diam, mungkin sahabatnya ini sedang ingin menyendiri.

"Yeah sepertinya Yasaka-sama akan mengadakan makan malam bersama" sambung Konohamaru kemudian.

Setelah kepergian empat sahabatnya itu, Naruto memutuskan bangkit dari duduknya, sepertinya berjalan-jalan di sekitar sini tidaklah buruk.

Langkahnya yang baru tergerak beberapa jengkal itu harus terhenti saat sensornya merasakan sesuatu yang cukup dikenalinya.

Matanya memicing tajam diudara kosong, meskipun itu berada diluar Barrier, sekecil apapun energi tak kan luput dari radar sensornya, terlihat sebuah robekan Dimensi yang didalamnya tampak seorang gadis loli bersurai hitam.

'Heeemm, dia Ophis! ' tebaknya dalam hati, tak disangka Naga tanpa batas itu mengadopsi wujud gadis belasan tahun untuk menggantikan wujud kakek tua waktu itu, sungguh konyol menurutnya.

Namun ia kembali bersikap biasa seolah tak mengetahui jika dirinya sedang di awasi. Lagipula apa yang bisa dilakukan Naga bodoh itu saat ini, bahkan kekuatanya tak sebesar dulu.

'Khekhekhee, kau harusnya menikmati hari tenangmu ini sebelum waktumu habis, dasar Naga bodoh ' lanjut Naruto sembari meneruskan langkahnya yang sempat terhenti, dan membiarkan gadis kecil itu mengintipnya dari robekan dimensi.

Hari sudah gelap, ia berjalan dijalanan kerajaan Youkai yang cukup ramai, sepanjang jalan ia melihat para Youkai yang memiliki bentuk dan jumlah ekor yang berbeda-beda.

Namun,,, mereka semua seolah menjaga jarak ketika pemuda itu melewati masing-masing dari mereka, mereka tahu siapa pemuda ini, dan mereka tahu apa yang bisa dilakukan pemuda ini.

Pendosa besar,,

Bahkan diantara mereka ada yang terlihat gemetar dengan keringat dingin, seperti sedang melihat kematian dihadapanya.

Sedangkan Naruto hanya menatap lurus kedepan, tak peduli dengan sekitarnya, ia takkan membunuh tanpa alasan.

Meskipun begitu pesonanya tak pernah pudar, tetap saja wajah tampan dengan tubuh yang tampak kekar berotot, mampu membuat perempuan terpana, karena ia hanya mengenakan Kaos putih dengan celana panjang warna hitam, penampilan yang simple, namun terlihat Mainly banget, mungkin itu menurut mereka para Youkai betina.

Suasana di kerajaan Youkai sesungguhnya tak ada bedanya dengan dunia manusia pada umumnya, hanya saja tempat ini lebih mendominasi dengan gaya klasiknya.

Tempat ini berada dihutan pedalaman Kyoto, yang tak pernah tampak dari penglihatan manusia biasa mengingat kerajaan Youkai selalu terselubung oleh Kekkai kuat.

Jauh pemuda itu berjalan, membawa langkahnya hampir mengitari seluruh area ditempat tersebut, dan pada akhirnya membawanya kembali didepan pintu istana besar.

Tap

Tap

Tap

Naruto melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam Aula penjamuan, dimana saat ini sedang berkumpul pemimpin besar para youkai dan beberapa tamu yang familiar.

Ketika terdengar langkah kaki yang mendekat dari arah pintu, seluruh pasang mata tertuju kearah dimana suara langkah kaki itu berasal.

Mungkin sebagian dari mereka tetaplah terkejut, bagaimanapun mereka tahu siapa yang kini terlihat dalam pandangan.

Glekkk

Seolah menelan pil pahit, tenggorokan mereka rasanya kering dan tercekat.

'D-dia,, '

'Petaka terburuk didunia ini'

Beberapa Youkai tampak membatin, pemuda itu berdiri diambang pintu besar sembari bersidekap dada, melihat mereka semua dengan tatapan dingin tak berexspresi.

Seolah siap menerkam mereka kapanpun jika mau.

Tanpa sopan santun, pemuda itu berjalan mendekat, dan menggeser satu kursi untuk ikut duduk di meja makan.

"Ittadakimasu " ucapnya acuh, dan memakan dengan khikmat makanan yang berada dihadapannya.

Apa yang pemuda itu rasakan ketika lidahnya mulai menikmati makanan itu, hambar tak ada kenikmatan sama sekali.

'Sudah kuduga! ' batinya kemudian, semuanya sudah berbeda, lidahnya pun telah mati, tak seperti dulu lagi.

Kemudian sepasang mata itu melirik para penghuni meja makan yang hanya diam dan terus melihatnya.

"Kenapa? " tanyanya heran.

Mendengar pertanyaan spontan dari pemuda itu semua kecuali beberapa orang langsung mengalihkan pandangannya cepat, tak ada yang berani menjawabnya.

Naruto tak peduli, dan mengendikkan bahunya acuh, kembali menyantap makanan meski tak ada rasa dilidah, meski tak ada rasa kenyang diperut.

Aneh memang.

Bunyi gemerincing sendok yang beradu dengan piring menjadi satu-satunya suara yang terdengar di Aula penjamuan istana Youkai tersebut. Tak ada yang berbicara barang sepatah kata.

Yasaka, diam-diam mengamati pemuda tersebut, masih terbesit rasa malu jika mengingat peristiwa sore tadi, mengingatnya saja membuatnya ingin menyembunyikan wajahnya dibawah meja.

'Memalukan sekali ' hanya itu yang terus ia ucapkan dalam hati, tak menyadari jika anaknya terus memperhatikan tingkahnya yang terlihat aneh.

Waktupun berlalu dengan cepat, acara makan malam sudah selesai, dan sisa-sisa makanan yang berada dimeja sudah dibereskan para pelayan, namun para penghuninya masih senantiasa duduk, tak ada yang berani beranjak dari kursi mengingat ditempat ini ada sang Dewa Youkai dan sang Pendosa besar.

Bisa dikatakan mereka berdua adalah Dewa nya para Dewa.

Yang terburuk dari yang paling buruk.

Disini peran Yasaka selaku pemimpin bangsa Youkai dimulai, untuk memberikan sambutan yang bagus dalam rangka merayakan kemenangan, serta menghormati sang pemilik tahta Youkai sebenarnya, tentunya berusaha menyenangkan pemuda bersurai pirang keemasan disebelah sana agar merasa nyaman berada di markas para Youkai.

Perempuan bersurai orange itu bangkit dari duduknya, dan menatap para hadirin dengan sorot mata tegas.

"Eheemmm, baiklah semuanya, saya selaku pemimpin bangsa Youkai disini mewakili delapan pemimpin Klan lainya ingin mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Juubi-sama dan Tuan Uzumaki Naruto-sama,,,

,,jika tidak mungkin Bangsa Youkai detik ini sudah hancur akibat Invasi semalam yang dilakukan Raja Vampire Dracula yang dibantu oleh Youkai pengkhianat Yamata Orochi " ucap Yasaka cukup panjang, meskipun sebenarnya terselip rasa grogi.

Saat itu pula seluruh Kaum Youkai ditempat tersebut berdiri serempak lalu membungkukkan badannya hormat, sudah sepantasnya mereka memberi penghormatan kepada kedua pahlawan ini.

Tersisa lima pemuda yang tetap duduk, tak lain adalah mereka yang berasal dari belahan Dimensi lain.

Gaara terlihat tenang mengingat ia sudah terbiasa dengan penghormatan seperti ini, Konohamaru, tak tahu mengapa ia tampak canggung sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Toneri juga terlihat santai sama seperti Gaara, sedangkan si Ekor sepuluh hanya menganggukkan kepalanya singkat.

Dengan Naruto, apa yang bisa diharapkan dari pemuda ini, ia hanya menyangga dagu sembari melihat meja polos dihadapanya, tidak tertarik sama sekali dengan acara semacam ini.

Youkai Karasu atau yang biasa disebut Raja Iblis Tengu yang menjadi pengawal Yasaka alisnya nampak berkedut kesal melihat tingkah pemuda berambut kuning aka Naruto tersebut.

'Pemuda itu,, benar-benar menjengkelkan! ' katanya dalan hati, matanya menatap tajam pemuda tersebut.

Setelah memberi penghormatan mereka para Youkai kembali ke posisi semula.

Naruto yang sadar ada sesosok Youkai yang mengatainya dalam hati hanya mendengus geli, jika bukan ada partnernya disini mungkin sudah ia remukkan tulang Youkai gagak itu. Namun bukan berarti ia hanya diam, ia gerakkan kepalanya kekanan, membalas lirikan tak bersahabat dari pria Gagak itu.

Tatapan kematian itu dalam sekejap membuat tubuh Tengu mendadak seolah menggigil, ia tak menyangka pemuda itu menyadari sikapnya.

"Ada masalah? " ucapnya pelan dan santai, namun matanya tak sedetikpun berkedip dalam menatap Youkai Gagak itu.

Plakkkk

Yasaka terlihat menepuk jidatnya, ia yakin Bodyguard nya itu telah berfikir yang tidak-tidak tentang pemuda itu, Yasaka juga tahu persis bagaimana tempramen pengawalnya tersebut.

Kemudian Yasaka membisikkan sesuatu ketelinga Youkai Karasu tersebut. Dan hal itu semakin membuat Tengu membelalakkan matanya lebar.

Pada akhirnya ia harus merutuki diri sendiri, meskipun benci mengakuinya, namun ia tahu dengan jelas siapa yang menjadi target kekesalannya itu, yakni sosok Existensi yang telah membuat kerusakan dimana-mana.

Dan ia masih cukup waras untuk tidak membuat masalah dengan pemuda itu.

'Hah! ' Naruto menghela nafasnya, tak ingin memperpanjang perkara yang sebenarnya tidak perlu.

Deg

Pemuda pirang itu tersentak sesaat, sesuatu seolah telah menyapa relung jiwanya detik itu, lalu mengalihkan pandangannya kearah sang partner.

Juubi menyadari arti dari tatapan itu, karena ia sendiri merasakan apa yang Host-nya itu rasakan.

'Sepertinya energi makhluk itu sudah mulai terasa kedunia ini,, Naruto ' ucap Kurama dalam Link batin.

'Kau benar! Tetaplah disini, aku akan pergi memeriksanya' balas sang Host kemudian.

Tanpa banyak kata pemuda pirang itu berdiri tegak, dan kembali menjadi pusat perhatian.

Naruto bergeser dari tempatnya duduk dan langsung merobek udara, menciptakan sebuah portal Dimensi dalam sekejap.

Para Youkai hanya bisa melotot horror ketika melihat robekan dimensi yang tampak kegelapan didalamnya, semudah itu pemuda pirang ini membuat jalan untuk melintasi ruang dan waktu, setahu mereka hanya bangsa naga kelas tertinggi yang mampu melakukanya.

Kemudian Naruto langsung melompat kedalam celah dimensi yang dibuatnya, meninggalkan kelegaan dan tanda tanya besar di Aula penjamuan kerajaan Youkai tersebut.

Gaara memandang kepergian sahabatnya itu dalam diam, ia tak mengerti jalan fikiran Naruto yang sekarang, kemudian ia melirik jelmaan rubah hitam disampingnya.

"Apa yang terjadi Kurama? " tanya Gaara pelan, meskipun begitu suaranya masih mampu didengar para makhluk ditempat tersebut.

"Menyapa seseorang yang sedang tidur" jawab Kurama tenang.

Gaara menaikkan alisnya bingung, 'apa yang sebenarnya terjadi ' fikirnya kemudian, melihat reflex Naruto yang tampak bergegas, pastilah telah terjadi sesuatu yang cukup kritis.

Selepas kepergian Naruto, suasana ditempat tersebut agaknya sedikit rilexs, meskipun masih terlihat canggung mengingat keberadaan sang Dewa Youkai.

"A-ano, maaf jika saya tidak sopan, mengapa wajah anda sangat mirip dengan paman yang tadi? " suasana mendadak hening akibat sebuah pertanyaan polos dari seorang gadis kecil disebelah Yasaka.

Kurama menatap sejenak gadis kecil tersebut, lalu tersenyum tipis.

"Anggap saja kami berdua saudara kembar, tapi kurasa aku jauh lebih tampan dari paman yang tadi" jawab Kurama dengan exspresi bangga.

"Eh,, tapi menurutku lebih tampan paman yang tadi " jawab Kunou dengan gamblangnya.

Dong!

'Sialan kau Naruto! ' Sang dewa Youkai hanya bisa merutuki Naruto dalam hati.

Sebiji keringat mengalir dipelipis Yasaka atas kelakuan putrinya barusan, ditambah jawaban narsis sang Dewa Youkai membuatnya tak habis fikir.

Konohamaru menutup mulutnya untuk menahan tawa yang bisa meledak kapan saja, sedangkan Toneri memalingkan mukanya untuk menyembunyikan fakta bahwa ia tertawa kecil atas jawaban Kunou barusan.

Menyadari hal itu Kurama menatap garang Toneri dan Konohamaru.

"Bwahahahaaaaaa" tawa Konohamaru akhirnya meledak, bersama Toneri ia berlari untuk menghindari kejaran Kurama yang tampak ingin menghajarnya.

Sembilan pemimpin Youkai ditempat itu tak habis fikir, bagaimana bisa tiga manusia ini terlihat akrab dengan pemimpin mereka, dan dengan berani menertawakanya.

Siapa sebenarnya tiga anak manusia ini? Mungkin begitu pertanyaan mereka semua dalam hati.

Gaara yang menyadari hal itu tersenyum tipis, "kami berlima berasal dari dimensi yang sama, jadi kalian tak perlu heran jika kami terlihat akrab satu sama lain" ucap Gaara mencairkan fikiran para pemimpin Youkai yang agaknya merasa kelakukan ia dan rekan-rekannya tak sopan.

..

..

Latar pun kembali bergerak, kembali pada kehidupan sekolah, tepatnya di Akademi Kuoh Highschool, tempat yang menjadi sarang dari para makhluk berkekuatan super.

Diujung lorong kelas, terlihat seorang pemuda dengan gaya acak-acakan sedang berjalan gontai, tampak dimukanya berbagai macam luka lebam, pakaiannya terlihat kusut dan robek dibeberapa bagian.

Ia hanya pemuda biasa, dengan tingkat kemesuman luar biasa, Hyoudou Issei namanya, seorang siswa biasa kelas dua yang hanya peduli dengan sesuatu yang menurutnya menggairahkan.

Tak peduli jika penghuni ditempat ini memiliki kekuatan spesial, baginya yang terpenting hanyalah melampiaskan nafsu bejatnya, meskipun dipandang rendah sekalipun, dikucilkan dan lain sebagainya, ia tak peduli. Sungguh!

"Cih !, sialan Matsuda dan Matohama, lagi-lagi mereka meninggalkanku saat tertangkap " ia mengeluh disepanjang lorong kelas, sesekali mengelus luka lebam dipipinya akibat digampar beberapa murid perempuan yang menjadi targetnya. Apa yang kini menimpanya hampir setiap hari ia rasakan, mengintip para murid perempuan yang sedang berganti pakaian merupakan hobynya dan kedua rekan sejalan dan seperjuangannya, namun dalam urusan melarikan diri, ia selalu ditinggalkan dengan tragis.

"Hyoudo-kun, bisakah kita bicara sebentar? "

Issei menghentikan langkahnya, menoleh kekanan dan kekiri untuk mencari asal suara barusan, namun ia tak menemukan siapapun dalam pandanganya.

"Aku dibelakangmu "

Dengan segera Issei memutar tubuhnya menghadap kebelakang, dan berhasil menemukan seonggok tubuh yang berdiri sembari tersenyum kearahnya.

"K-kau,,, " Issei cukup terkejut ketika tahu siapa yang berbicara kepadanya.

"Datanglah keruang penelitian ilmu Ghaib setelah pulang nanti, Buchou ingin berbicara denganmu " sosok itu adalah Khight dari keluarga Iblis Rias Gremory, yakni Yuto Kiba.

"E-eeehhh,, apa maksudmu Rias-senpai? Dia ingin berbicara denganku ? " dengan tampang bodoh Issei menunjuk mukanya sendiri menggunakan jari telunjuk kananya.

"Benar! Buchou memintaku untuk menyampaikan hal ini padamu, jadi datanglah keruang Klub kami setelah pulang sekolah " lanjut Kiba dengan senyum aneh diwajahnya.

Issei cukup merinding ketika melihat senyuman itu, ia yakin jika pemuda bernama Yuto Kiba ini adalah siswa yang begitu populer dimata siswi perempuan, tapi anehnya laki-laki ini tak pernah menerima ajakan kencan dari siswi manapun, disini timbulah fikiran jika laki-laki tampan ini memiliki sexualitas yang menyimpang, mungkin begitu isi hati Issei saat ini.

Beberapa saat kemudian, Kiba berjalan pergi meninggalkan Issei yang fikiranya mulai dipenuhi semangat membara ketika tahu perempuan yang begitu dikaguminya itu mengundangnya keruang Klub untuk berbicara.

'Apa mungkin Rias-senpai ingin aku meremas Oppai nya yang Wow itu? ' dan terciptalah senyum-senyum penuh kebejatan diwajah mesumnya itu, mulai membayangkan hal yang tidak-tidak, hingga darah dan liur mulai menetes dari hidung dan mulutnya.

'"Heheheeee,,, hahahahahaaaaa! " pada akhirnya ia tertawa penuh kemenangan, hal yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang juga.

'Khukhukhuuu,, sekarang aku sudah maju satu langkah didepan kalian, Matsuda, Matohama ' ungkapnya dalam hati, baginya ini adalah keberuntungan yang tak disangka-sangka.

Kemudian ia kembali meneruskan perjalanan panjangnya menyusuri lorong, rasa sakit yang dideritanya seolah menguap dalam sekejab.

Tak tahu jika hari-hari normalnya ini akan segera berubah menjadi cerita yang penuh tragedi sepanjang hidupnya.

..

..

End.

..

..

Flashback.

Ketika namanya mulai dikenal didunia antah berantah ini, sudah tak terhitung makhluk superior yang mulai tertarik pada pemuda berambut pirang tersebut.

Berbagai macam alasan menjadi penyebab pemuda itu sering berurusan dengan yang namanya pertarungan, dan level pertarungan ini begitu tinggi karena melibatkan beberapa dewa didalamnya.

,,

Tanpa memiliki perasaan ataupun berbelas kasih, mantan Shinobi itu menyeret seorang Dewa Agung Olympus pada sebuah Altar menuju tahta Olympus yang diduduki sang Raja.

Raja yang dikategorikan sebagai sosok dewa terkuat sepanjang masa.

Keturunan terakhir dari sang Raja Titan Cronos.

Zeus.

Surai dan wajahnya penuh lumuran darah, darah dari para pejuang olympus yang mengangkat senjata untuk melawanya.

Tatapan dari mantan anak manusia itu begitu dingin, lurus kedepan, bak sebuah ujung pedang tajam yang siap menghunus jantung lawan-lawannya.

Aura hitam beterbangan diudara, bergerak kesana kemari untuk menghalau para serangga disekitarnya.

Seolah setiap gumpalan aura hitam pekat itu memiliki nyawanya sendiri, menyerupai sebuah lengan yang mampu membunuh siapapun dalam ranahnya.

Dan dirinya terus berjalan, menyeret sang Dewa perang yang pada saat itu dalam keadaan sekarat, dimana sekujur tubuhnya penuh luka yang mengerikan.

Ares,,,

Dewa itu terlalu berani untuk mengusiknya, berbicara layaknya Tuhan, dan seolah mampu untuk mengubah takdir sang Pendosa yang kekal karena kutukan, namun naas!, Dewa itu mendatangi makhluk yang lebih mengerikan dari Monster, lebih jahat dari Iblis, dan lebih Superior dari pada mereka Dewa Naga.

Ketika Dewa Arogan itu tak mampu lagi bangkit dari kemalangan akibat bertempur denganya, sang pengembara hitam itu memutuskan untuk menyeret Dewa sombong ini kembali ketanah kelahiranya digunung Olympus, tempat bersemayamnya Dewa-Dewi dari mitologi Yunani.

Tibalah dirinya pada sebuah Aula besar yang menjadi tempat berkumpulnya Dewa Dewi Olympus saat ini.

Sreetttt

Sreeetttt

Mendengar bunyi sesuatu yang diseret, seluruh penghuni tempat tersebut menoleh keambang pintu.

Jdeeeerrr

Tanpa terkecuali, termasuk sang Dewa no. 1 tampak melebarkan matanya dengan spontan.

Mereka melihat seorang pemuda berzirah hitam dengan surai pirang emas tengah menyeret seorang yang sangat familiar dimata mereka semua.

"I-itu, Ares! " mereka terpekik histeris melihat sang Dewa perang tengah dicekal rambutnya dan diseret dengan sangat hina.

"K-kau,,, apa yang kau lakukan pada anakku berengsekkkkkk " ucapan dari sang Dewa perlambangan petir itu menggelegar seketika, bahkan kemarahanya menimbulkan gemuruh dahsyat dibawah sana (dunia manusia).

Sipelaku mengakhiri langkahnya, dengan pelan ia mengangkat wajah untuk menatap orang tua arogan disebrang sana.

"Zeus, kah? " Naruto bergumam pelan ketika melihat pria kekar telanjang dada, dengan sebuah hiasan kepala berbentuk mahkota, tak lupa dengan jenggot tebal yang menutupi rahangnya yang kini tengah bergemelatuk murka.

Zeus beserta seluruh penghuni Olympus berfikir orang ini gila, dengan beraninya mendatangi istana Dewa seorang diri, terlebih dengan menyeret Dewa perang Ares dalam keadaan mengenaskan.

Tanpa banyak kata zeus langsung memanggil senjata keramatnya, berupa petir berpijar berbentuk seperti sebuah tombak yang menunjukkan aliran listrik tegangan tinggi.

'Pemuda itu akan segera tamat,, siapapun akan tewas ketika tuan Zeus sudah mengangkat senjatanya ' fikir beberapa Dewa ditempat tersebut, mereka kini nampak tenang, berfikir jika pemuda itu akan mendapatkan kemalangan akibat perbuatannya.

"Kau harus membayar atas perbuatanmu pada Ares " mimik wajah sang Dewa terkuat Olympus nampak datar dan dingin, ketika ia sudah mengangkat senjatanya, hanya akan ada cerita kematian sesudahnya.

Wusssssssshhh

Dari jarak 20 meter, tentunya kurang dari 1 detik tombak petir itu sudah meluncur cepat kearahnya.

Siapapun berfikir pemuda itu tak akan selamat.

Dalam gerak lambat pemuda itu menyeringai iblis.

Sreeeeet

Grepppp

Pemuda itu menggelengkan kepalanya kekiri, menghindari melintasnya sebuah senjata perang dari Dewa Zeus.

Dan yang membuat siapapun terlonjak kaget adalah saat pemuda itu menangkap senjata keramat tersebut dengan sangat mudah.

Terlebih tak terpengaruh dengan gejolak energi liar dari senjata itu sendiri, menolak disentuh siapapun terkecuali siempunya, karena siapapun akan mati tersengat dan meledak ketika senjata itu mengenai targetnya atau setidaknya bersentuhan dengan kulitnya.

Aura hitam yang beraksi diluar kini mulai berdatangan masuk kedalam, membawa hembusan amis darah dari para pejuang Olympus yang gugur untuk mempertahankan kehormatannya.

Ibarat seperti roh jahat, aura hitam itu masuk kedalam tubuh siempunya yang tak lain adalah sosok yang kini berdiri kokoh di Aula para Dewa Olympus.

Deggg

Zeus tersentak melihatnya, sesuatu seperti ini baru pertama kali ia saksikan.

'Jangan-jangan! ' dan kini Zeus tampak melebarkan matanya, ia ingat hal yang diceritakan kakak keduanya dulu, saat sesosok makhluk yang tak terikat Ras manapun datang mengacau di Tartarus, meratakan istana kematian hampir secara keseluruhan, dan yang lebih memalukan adalah ketika saudaranya itu yakni Hades tak berkutik sama sekali menghadapinya.

Tubuh Zeus seolah membeku menyadari jika pemuda dihadapannya ini adalah sang Legenda pendosa besar, makhluk yang menghadirkan kesengsaraan ditanah terkutuk Mekkai pada Parade perang besar.

"Kau,,,

,,Pendosa besar! " Zeus mendesis menahan luapan amarahnya, gigi-giginya bergemelatuk.

Mendengar ucapan sang pemimpin, para Dewa Olympus mengernyit bingung, namun kemudian mereka semua melebarkan matanya tanpa terkecuali.

'Ja-jadi,, makhluk ini, dia? ' satu persatu dari para Dewa Superior itu meracau dalam batin, mereka tak menyangka jika makhluk laknat itu kini berada dihadapan mereka semua.

Takut? tidak! para Dewa itu tidaklah takut, melainkan berfikir tentang kisah kelam Hades di Tartarus, dan mereka juga mendengar bagaimana seorang Dewa kegelapan itu sekarat akibat bertarung dengan pemuda dihadapan mereka semua ini.

..

Tombak petir itu menguap, seolah meniadakan wujudnya setelah kemunculannya.

Hal itu terjadi ketika Aura hitam kelam yang keluar dari setiap inchi bagian tubuh pemuda itu mencoba untuk meleburkanya.

Zeus yang merasakan hal itu segera mengirim senjata itu pergi, ia harus berhati-hati mulai detik ini mengingat siapa pemuda dihadapannya ini.

"Apa yang kau inginkan? " Zeus merendahkan sedikit nada suaranya, mengingat saat ini Ares berada dicengkraman pemuda tersebut, ia harus memikirkan cara dan tak boleh gegabah seperti sebelumnya.

Naruto dengan exspresi wajah suram nan kelam, menatap kosong Zeus yang tetap mempertahankan tatapan tajamnya.

Lalu Naruto melirik pemuda gagah yang kini berada dalam cengkramannya.

Wusssshhhh

Braaakkkkkk

Sekali hentak tubuh Dewa Ares terhempas kuat, dan menghantam tiang beton penyangga kemegahan Olympus.

Siapapun kembali tercengang, bahkan Zeus sendiri tak menyangka jika pemuda ini benar-benar tak mimiliki rasa takut sedikitpun.

Amarah yang coba ia redam dalam sekejap berontak keluar, Zeus langsung melesat untuk menghancurkan pemuda sialan ini.

Melihat hal itu,, Naruto menyeringai dingin.

'Nah mari kita lihat,, sejauh mana kekuatan Olympus '

..

..

To be Continued

Akhirnya bisa Update chapter 19, rasanya mumet juga membuat Alur ceritanya, yang jelas apa yang terlintas difikiran langsung saja saya tulis, entah bagus atau jelek, saya sendiri kurang tahu, silahkan pemirsa dirumah semuanya yang menilainya.

Saya mengexspresikanya sesuai kemampuan saya yang serba kekurangan ini.

Disini saya sedikit mengulas perjalanan Naruto di DxD yang mungkin sudah lama berlalu, setidaknya itu bisa jadi Konflix pendukung untuk kedepanya, sekalian untuk memenuhi Request dari salah satu Reader yang meminta untuk menampilkan sedikit konflik antara Naruto dengan Olympus, salah satunya Zeus.

Dan tak lupa saya mulai memberi jatah Sceane untuk para Karakter pendukung seperti Hyoudo Issei, untuk melengkapi langkah-langkah dan proses yang saya perlukan kedepanya.

Saya masih kompeten untuk terus melanjutkan cerita ini, meskipun gak bisa menjanjikan Update cepat seperti dimasa lalu, tapi saya ingin mengakhiri apa yang sudah saya awali.

Mohon dimaafkan kalo banyak Typo,, saya gak sempat untuk koreksi.

Sekian dari saya, mohon undur diri!

Kidz-Boy

Log Out!